Minggu, 06 Juli 2014

aku tahu rasanya kehilangan...

siang itu Soeyanto menikmati pecel lele terakhirnya. Siang itu Soeyanto menyantap pecel lele di tengah teriknya siang. lalu minum seteguk teh hangat. setelah makan..Soeyanto tertunduk memegang kepalanya...cukup lama..pemilik warung mulai curiga.. mengapa Soeyanto tidak segera beranjak dari tempat duduknya. Pemilik warung mulai membangunkan Soeyanto..ketiak dia menyebtuh tubuh Soeyanto, tubuhnya dingin..pemilik warung dan beberapa orang disana mulai mengguncang guncang tubuh Soeyanto. tetapi ternyata Soeyanto sudah meninggal. sekelumit cerita yang aq baca di koran Jawa os sore itu...dan Soeyanto itu adalah tetangga yang rumahnya hanya berjarak sekitar 5 rumah dari rumahku...
Aku tahu rasanya kehilangan...ketika ibuku pergi..aku merasakan hal yang sama seperti yang dirasakan keluarga pak Yanto hari itu...masih teringat di kepalaku bagaimana ibuku sakit hingga ibuku pergi...ketika pagi itu aku membisikkan kata "bu, aku pergi kerja dulu ya!"..tenrnyata itu menjadi kata terakhir yang kuucapkan kepadanya...
Sudah hampir 5 tahun sejak kepergiannya..masih terbayang cerewetnya, marah2 nya, bahkan keceriaannya ketika bersamaku..Tuhan memanggil ibuku..bukan karena dia tidak sayang padaku..tapi aku yakin..dia punya rencana yang lebih indah buatku di depan sana...aku harus belajar jadi mandiri, lebih dewasa dan lebih bijak menghadapi segala hal...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar